Miris! Diduga Diancam Dan Dibully I.G Guru SDN 11 Kaidipang Bolmut, Karena Belum Melunasi Pembayaran Seragam Olahraga Hingga Siswa Takut Sekolah,
Viral DI Bolmut Idarmi, Guru Bully Siswa Brif Hingga Takut Ke Sekolah Karena Ancaman Sang Guru.

Kaidipang Bolmut, sulutcyber.com – Presiden R.I Prabowo Subianto sangat memperhatikan bahkan sangat menghargai peran penting seorang guru dalam dunia pendidikan terkait dengan peningkatan pendidikan dan pertumbuhan mental bahkan memberikan perhatian khusus bagi gizi siswa didik; agar menjadi generasi muda penerus bangsa yang professional, handal dan sehat.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, S.H.,M.H sebagai seorang politikus berlatar belakang akademisi, dibeberapa kesempatan sering mengingatkan bahwa seorang Guru tidak hanya mengajar dan mengatasi kesulitan belajar siswa didik, tetapi wajib bersikap adil memfasilitasi kebutuhan perkembangan siswa didik, sebagai orang tua kedua di sekolah; pembimbing, teladan dan panutan moral siswa dalam beretika.
Sementara itu Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev saat memimpin apel perdana bertempat di halaman kantor Bupati, dan diselah kegiatan apel menyerahkan sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTB) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud R.I).

Diinformasikan media resmi Pemerintah Kabupaten Bolmut bahwa sertifikat dimaksud sudah diserahkan Bupati pada Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolmut. Sebuah kebanggaan berskala nasional bagi instansi terkait yang patut diberikan apreasiasi dan adalah bentuk pengakuan resmi atas kekayaan budaya daerah.
Disisi lain, Viral dunia pendidikan di Kabupaten ini tercoreng oleh tindakan tidak terpuji Idarmi Gumohung seorang oknum pendidik di SD Negeri 11 Kaidipang, Desa Pontak, yang diduga melakukan perundungan (bullying) kepada siswa kelas 3 bernama M.B.L alias Brif, dan dilaporkan mengalami trauma mendalam hingga takut ke sekolah.
Tindakan ini memicu reaksi keras dari orang tua Brif. Ibunda Brif kepada awak media dengan tegas menyatakan bahwa perlakuan tersebut telah menggangu mentalitas dan psikis anaknya hingga sang anak merasa malu dan takut untuk kembali ke sekolah dan juga sangat menggangu privacy keluarganya.

Kejadian bermula ketika Brif menerima teguran kasar dari seorang oknum guru hanya karena belum melunasi pembayaran seragam olahraga, bukan masalah biaya tapi cara penyampaian, dimana oknum guru tersebut mengeluarkan pernyataan yang dinilai sangat tidak etis dan menjatuhkan mental sang siswa sebagaimana penuturan Ibu kandung Siswa selaku salah satu pengurus DPD Gerindra Bolmut.
“Pulang saja ke rumah, cari kelapa atau apa saja untuk membayar baju olahraga, kalau tidak akan ditagih terus oleh bapak guru,” ujar Idarmi sebagaimana ditirukan oleh keluarga korban.
Selaku orang tua murid merasa sangat geram melihat anaknya diperlakukan tidak adil di lingkungan sekolahnya sendiri dan dihadapan murid-murid yang lain. Ibunda Brif menyatakan tidak terima hinaan guru ini kepada anaknya dan secara tidak langsung mempermalukan keluarganyai, sehingga Brif sendiri tidak mau lagi ke sekolah karena malu pada teman-teman dan takut dengan ancaman Idarmi gurunya.
“Alangkah baiknya kalau meminta uang sekolah atau biaya apapun yang dibebankan dan harus dibayarkan oleh anak didik, jangan meminta pada siswa didik, tapi sampaikan kepada kami orang tuanya.,” tegas Mantan Caleg. Kabupaten Bolmut dari Partai Gerindra ini dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun Kepala Dinas Pendidikan Bolmut Fadly Tadjudin Usup,.S.E.,M.M belum dapat dihubungi dan diharapkan segera memberikan klarifikasi dan langkah konkret terkait nasib pendidikan dan pemulihan trauma yang dialami oleh Brif sebagaimana dikeluhkan orangtua kandungnya.(SGS)



